Glosarium_PAK
Glosarium
1. Demonstrasi adalah merupakan suatu model mengajar dengan memperagakanr peristiwa, aturan atau urutan melaksanakan kegiatan, baik langsung atau memakai media pengajaran yang relevan dengan materi yang disajikan.
2. Discovery learning merupakan strategi pembelajaran untuk memecahkan masalah dalam pengawasan guru.
3. Information search teknik yang membuka kesempatan kepada peserta didik untuk melaksanakan pembelajaran di luar kelas. Peserta didik dapat belajar di ruang perpustakaan, warung internet, membaca jurnal, dan berbagai sumber belajar yang lain.
4. Inkuiri yaitu pembelajaran untuk menanamkan berbagai dasar berfikir ilmiah kepada peserta didik yang berperan sebagai subyek belajar agar pada proses pembelajaran lebih banyak belajar mandiri dan kreativitas dalam pemecahan masalah.
5. Jigsaw merupakan model pembelajaran kooperatif dengan peserta didik belajar pada tim kecil berjumlah anggota 4-6 orang. Materi pembelajaran yang diberikan pada peserta didik berupa teks yang berbeda antar anggota. Setiap anggota bertanggung jawab atas ketutantasan materi yang dipelajari.
6. Karya kunjung yaitu metode yang mendorong peserta didik untuk mengetahui kegiatan yang telah dilakukan temannya, sehingga peserta didik bergerak mengamati hasil karya teman mereka.
7. Kunjung karya adalah metode yang mendorong peserta didik untuk mengetahui kegiatan yang telah dilakukan temannya, sehingga peserta didik bergerak mengamati hasil karya teman mereka.
8. Market place activity, yaitu: adalah proses pembelajaran melalui aktivitas jual beli informasi. Terdapat peserta didik atau kelompok peserta didik pemilik informasi untuk "dijual" (disampaikan) pada kelompok lain dan peserta didik atau kelompok peserta didik yang "membeli" (menerima) informasi.
9. Numbered Head Together yaitu model pembelajaran yang memprioritaskan aktivitas siswa dalam mencari, mengolah, dan melaporkan informasi dari berbagai sumber belajar dankemudian mempresentasikan di depan kelas.
10. Pembelajaran Berbasis Masalah yaitu model pembelajaran untuk membantu guru mengembangkan kemampuan berfikir dan keterampilan memecahkan masalah pada siswa selama mereka mempelajari materi pembelajaran.
11. Pembelajaran berbasis produk yakni bagian dari model pembelajaran proyek sehingga penjelasannya sama dengan pemelajaran berbasis proyek yaitu model pembelajaran pelibatan peserta didik dalam kegiatan pemecahan masalah dan memberi peluang peserta didik bekerja mandiri untuk mengkonstruksi belajar mereka sendiri, puncaknya menghasilkan produk yang bernilai dan realistik.
12. Pembelajaran berbasis proyek yaitu model pembelajaran pelibatkan peserta didik dalam kegiatan pemecahan masalah dan memberi peluang peserta didik bekerja mandiri untuk mengkonstruksi belajar mereka sendiri, puncaknya menghasilkan produk yang bernilai dan realistik.
13. Saintifik yaitu model pembelajaran dengan menggunakan kaidah-kaidah keilmuan yang mengandung rangkaian aktivitas pengumpulan data melalui pengamatan, menanya, eksperimen, mengolah informasi dan mengkomunikasikan
14. Student Teams Achievement Division (STAD) adalah model pembelajaran yang terdapat bebeapa kelompok kecil dengan level kemampuan akademik beragam untuk saling bekerja sama dalam mencapai tujuan pembelajaran.
15. The power of two yaitu pembelajaran dengan teknik kekuatan dua kepala untuk meningkatkan pembelajaran kooperatif karena dua kepala lebih sempurna dibandingkan satu kepala.
16. Think phare and share yaitu metode bertukar pikiran bersama dengan pasangan. Metode ini termasuk teknik kegiatan pembelajaran kooperatif yang dibuat untuk mempengaruhi pola interaksi peserta didik.
Pelaksanaan metode Think Pair and Share melalui tiga tahap, yaitu Thinking (berpikir), Pairing (berpasangan), dan Sharing (berbagi).
17. Tutor sebaya, adalah metode dengan cara memberdayakan peserta didik yang memiliki kemampuan lebih tinggi dari peserta didik lain untuk bertugas.
Contoh-contohnya:
Demonstrasi
Guru mengajarkan fisika dengan menunjukkan eksperimen perubahan wujud air dalam kelas menggunakan model air, memvisualisasikan konsep kepada siswa.
Discovery Learning
Guru memberikan proyek kepada siswa untuk menemukan solusi masalah matematika secara mandiri dengan memberikan panduan minimal.
Inkuiri
Siswa diajak untuk merancang eksperimen sederhana untuk mengamati reaksi kimia dan menciptakan pemahaman sendiri tentang konsep tersebut.
Jigsaw
Siswa dalam kelompok kecil mempelajari bagian-bagian berbeda dari topik sejarah, lalu mereka mengajarkan informasi tersebut kepada anggota kelompok lainnya.
Karya Kunjung
Siswa mengunjungi pameran karya seni teman-teman sekelas mereka dan memberikan tanggapan konstruktif.
Market Place Activity
Siswa memiliki informasi tentang topik tertentu dan berpartisipasi dalam kegiatan berbagi informasi dengan siswa lain.
Numbered Head Together
Siswa bekerja sama dalam kelompok untuk mencari informasi, menyusunnya, dan kemudian menyajikannya di depan kelas dengan setiap anggota memiliki nomor tertentu.
Pembelajaran Berbasis Masalah
Guru memberikan skenario masalah kehidupan nyata kepada siswa untuk dipecahkan dengan menerapkan pengetahuan yang mereka pelajari.
Pembelajaran Berbasis Produk
Siswa bekerja dalam proyek untuk membuat produk yang mencerminkan pemahaman mereka terhadap materi pelajaran.
Pembelajaran Berbasis Proyek
Siswa terlibat dalam proyek besar yang memerlukan pemecahan masalah dan hasil dalam bentuk produk atau presentasi.
Saintifik
Siswa menggunakan metode ilmiah dalam eksperimen biologi, termasuk pengamatan, percobaan, dan analisis data.
Student Teams Achievement Division (STAD)
Siswa bekerja sama dalam tim kecil dengan kemampuan akademik beragam untuk mencapai tujuan pembelajaran.
The Power of Two
Siswa bekerja dalam pasangan untuk meningkatkan kolaborasi dan keefektifan pembelajaran.
Think Pair and Share
Siswa berpikir tentang pertanyaan tertentu, berdiskusi dengan pasangannya, lalu berbagi pemikiran mereka dengan kelas.
Tutor Sebaya
Siswa yang memiliki pemahaman lebih mendalam membantu siswa lain dalam memahami konsep yang sulit dalam mata pelajaran tertentu.